• Adrian Tambunan

Pengalaman Investasi: Amartha


Heya,


Tidak terasa waktu berlalu dan pandemipun masih berlangsung. Begitupun, seperti halnya kita yang semakin beradaptasi untuk bertahan hidup di fase pandemi, situasi saat ini memaksa kita untuk mencari alternatif dalam berbagai hal, baik dalam hiburan, bersosialisasi, dan tentunya… mencari tambahan penghasilan. Pilihan investasi saat ini semakin banyak, tanggung jawab kita adalah menyaringnya dan menentukan pilihan berdasarkan logika yang rasional. Jangan mudah teriming-iming hanya karena bunga tinggi dan tenor pendek, bisa jadi scam!

Dengan sedikit pencarian, ketemulah dengan Amartha. Platform investasi yang menghubungkan pemilik dana dengan individu peminjam dana untuk usaha level mikro, kecil, dan menengah(UMKM). Pertimbangan pertama adalah, telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Ini sudah sering saya bahas, terdaftar OJK berarti badan usahanya sudah jelas, baik pemilik dan proses penyaluran dananya. Jadi setidaknya ada ketenangan jiwa ketika memercayakan dana kita pada pihak yang kita pinjamkan.

Setelahnya, sesuai peribahasa tak kenal maka tak sayang, kita kenalan dulu dengan orang-orang di Amartha ini.

Dari website-nya langsung bisa kita nilai pengalaman dan latar belakang orang-orang di Amartha. Mayoritas orang “lama” di dunia IT dan finansial, jadi setidaknya kita tahu dana yang kita titipkan betul-betul di tangan orang yang kompeten di bidangnya. Per Juni 2021, TKB90 Total Amartha 94.09%, sedikit menurun dari TKB90 2020 99.86%. Pengingat kembali, TKB90 adalah tingkat keberhasilan penyelenggara P2P lending dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu hingga 90 hari sejak tanggal jatuh tempo. Meskipun angka paling ideal adalah >95%, Amartha saya anggap aman karena masih di atas angka 90%.

Sudah yakin ingin menanamkan dana di Amartha? Langkah selanjutnya, pelajari caranya dulu. Sistemnya sedikit berbeda dengan platform lain. Kita lihat di menu “marketplace,” langsung terpampang pilihan-pilihan orang yang membutuhkan dana, lebih detail ada usaha yang dilakoninya, domisili, plafon, tenor, dan target bagi hasil.

Eh, huruf di sebelah kiri foto itu apa dong? Ternyata profil risiko. Jadi dari A yang profil risikonya paling aman, lalu B yang menengah, dan tentunya C semakin berisiko. Profil risiko ini dinilai oleh tim Amartha, berdasarkan pengalaman dan risiko usaha yang dilakoni oleh peminjam.

Tetapi, jangan dijadikan patokan mutlak ya. Peminjam di Amartha dengan nilai A ngadar bayar? Bisa! Peminjam dengan nilai C bayar teratur sampai lunas? Bisa juga! Karena yang namanya usaha, bisa ada pasang surutnya, misalnya tertimpa musibah, profil risiko A pun tidak bisa memperkirakan kejadian di luar dugaan.

Sekarang, kita lihat persentase bagi hasil di Amartha, mayoritas di kisaran 11.5-12.5%, bandingkan dengan P2P lain yang bisa lebih dari 13% tentunya akan membuat orang berpikir 2x, tetapi bandingkan dengan deposito yang kisarannya 4%? Jelas ini lebih profitable, meskipun secara profil risiko jelas tidak bisa dibandingkan dengan deposito bank.

Saatnya sharing pengalaman di platform Amartha nih. Secara logika, tentunya kita akan memprioritaskan yang profil risikonya A karena paling aman, tapi faktanya, level A sering habis, dan biasanya tersisa B atau C. Saya sedikit takut untuk memilih C, makanya saya membatasi diri paling rendah yang saya pilih adalah B.

Dari menu ”Portofolio” Amartha kita akan melihat riwayat peminjaman. Tampak logo ”Tempat Waktu” di bawah nama peminjam, lalu ada durasi peminjaman dalam hitungan minggu, sisa pokok, sisa bagi hasil, dan persentase bagi hasil. Seperti yang terlihat, level B ternyata tepat waktu, level A apa lagi. Bagi hasil dilakukan setiap minggu, dan pengembalian bunga disertai sebagian sisa pokok.

Kesimpulan, setiap minggu aset kita di Amartha akan bertambah, %pokok + %bunga, dan angkanya sudah fix, jadi seandainya peminjam untung besarpun penghasilan kita tetap. Sebaliknya, jika peminjam rugi, kita tidak akan rugi apa-apa. Sistem seperti pengembalian pokok disertai bunga ini ada nilai positifnya, karena aset kita lebih cepat bertambah, sehingga bisa menyalurkannya kembali ke peminjam lain.

Terhitung Juni 2021, saya sudah rutin melakukan investasi via Amartha, dan menurut saya platform Amartha ini menarik karena membantu pengusaha UMKM secara langsung, apalagi kita melihat langsung wajah peminjam, jadi kesannya lebih personal. Begitupun, saya sudah pernah mengalami peminjam yang menunggak, hal ini dipicu gempa di sulawesi beberapa waktu lalu. Saya sudah ikhlas, tetapi selang beberapa bulan usaha peminjam sudah berjalan kembali dan sekarang sudah kembali ke level tepat waktu. Semoga platform Amartha ini bisa mendorong pertumbuhan UMKM menjadi lebih sehat.

Adapun pengalaman investasi penulis bisa jadi tidak sejalan dengan teman-teman sekalian, karena itu saya selalu terbuka untuk diskusi ataupun sekedar bertanya bagi yang penasaran dengan platform Amartha ini.


Salam sehat dan selamat berinvestasi.


Referensi:

  1. www.amartha.com

  2. Pengalaman pribadi

91 views0 comments

Recent Posts

See All