• Adrian Tambunan

Pengalaman Investasi: Akseleran

Dengan maraknya Peer to Peer Lending di 2020 ini, kita disuguhi dengan berbagai pilihan platform untuk menanmkan dana. Tentunya kita harus jeli dalam menentukan pilihan, jangan hanya karena mengejar keuntungan akhirnya justru rugi atau malah tertipu investasi bodong.

Dari berbagai platform P2P lending yang tersedia, Akseleran ini berhasil menarik perhatian saya karena beberapa poin berikut:

1. Interface menarik dan detail.

2. Pilihan proyek tercantum jelas dengan prospek keuntungan yang masuk akal

3. Terdaftar OJK (sebenarnya ini yang paling penting)

Untuk lebih mudahnya, mari kita telaah website Akseleran:

Begitu memasuki website akseleran, langsung terpampang pilihan proyek yang saat ini sedang dalam tahap pengumpulan dana, dan beberapa proyek yang telah selesai dan memasuki finalisasi.

Untuk lebih jelasnya, mari kita ambil contoh 1 proyek:


Ada 3 poin dalam tiap proyek yang perlu kita perhatikan:

1. Ada tidaknya asuransi

Hal ini untuk menjamin seandainya perusahaan peminjam gagal bayar, akan ada pihak ketiga yang bersedia menalangi pemberi dana. Jadi risiko pemberi dana akan semakin kecil,

2. Bunga efektif

Tentunya kita punya target masing-masing dalam berinvestasi. Sebagian akan mengacu pada sudut pandang bisnis yang dijalankan peminjam, sementara sebagian lain mengacu pada besaran bunga tahunan yang akan diberikan. Hal ini subjektif ya, tidak ada benar salah.

3. Agunan

Tentunya risiko gagal bayar tetap ada meskipun pihak akseleran telah menyeleksi peminjam dengan ketat, oleh karena itu tim Akseleran selalu mencantumkan ada-tidaknya agunan dari peminjam sebagai jaminan jikalau kemungkinan terburuk terjadi.

Seperti yang kita lihat, akseleran cukup transparan dalam ketiga poin tersebut. Baik dari sisi risiko maupun keuntungan, jadi diharapkan calon pendana memahami hal tersebut sebelum memutuskan untuk menanamkan dana pada proyek tersebut.

Akan ada yang bertanya, “kalau memang ada pilihan proteksi asuransi, kenapa masih ada yang memilih Non-proteksi? Padahal kan jelas lebih berisiko.” Sudut pandang tersebut benar dari segi keamanan, tetapi dari sudut pandang keuntungan, akan tampak bahwa mayoritas proyek yang non-proteksi memilik bunga di kisaran 20% per tahun dan pernah ada yang 24%, sedangkan yang proteksi asuransi biasanya di kisaran 15-18% per tahun. Jadi, bagi yang siap menerima risiko, bisa membaca prospek setiap proyek dahulu, dan apabila yakin, bisa memutuskan untuk menanam dana pada proyek yang non-proteksi asuransi demi keuntungan yang lebih besar.

Berikut adalah contoh pengalaman saya berinvestasi di Akseleran di salah satu proyek non-proteksi asuransi dengan bunga 21% per tahun:

Angka di atas adalah bunga yang didapat dengan investasi sebesar Rp. 5.000.000. Jadi pendapatan bulanan saya di kisaran 1.6 - 1.7%, dengan kata lain 3x lipat angka deposito. Hal ini tentunya sangat menarik, apalagi di kala bank-bank sedang menyesuaikan suku bunga deposito di kala resesi di penghujung 2020 ini.

Begitupun, saya berharap kita jangan lupa risikonya. Bisa dikatakan saya cukup nekat menanamkan modal di proyek yang non-proteksi asuransi, meskipun ada agunannya. Bagi yang ingin memulai, bisa mencoba dahulu di proyek yang dilindungi asuransi agar minim risiko. Tentunya saya menyarankan untuk membaca prospektus setiap proyek dengan detail sebelum memutuskan menanamkan modal.

Sebagai penutup, ada sistem kode referral pada platform Akseleran, dimana pemberi dan pengguna kode referral akan sama-sama mendapatkan untung begitu menginput kode referral dan memulai investasi. Berikut kode referral saya jika berkenan: AKSLADRIAN350591

Semoga ini bisa menjadi bahan diskusi dan tentunya saya ingin mendengar juga pengalaman teman-teman di platform akseleran ini, saya terbuka untuk diskusi dan tanya jawab untuk saling membagi ilmu. Salam sehat investasi.

Recent Posts

See All