• Adrian Tambunan

Lampu Kuning Tanifund: Tumbangya P2P Lending Agrikultur

Updated: Oct 28


Tanifund! Platform satu ini salah satu dari sedikit P2P pertanian yg bertahan sampai sekarang. Post saya mengenai Tanifund banyak menceritakan kelebihan platform satu ini.

Tapiii…. Sayangnya, saya harus mengupdate keadaan Tanifund dengan sedikit menghela nafas, sambil komentar dalam hati, “kenapa jadi begini ya?”

Awal tahun 2022 ini, Tanifund masih tergolong lancar memberikan bagi hasil kepada saya. Proyek macetnya ada, tetapi hanya 1-2 dari banyaknya proyek yang saya ikuti. Dengan persentase keuntungan bulanan >1% per bulan membuatnya pilihan yg menarik dibandingkan dengan deposito.

Kelebihan lainnya yg saya bahas sebelumnya juga tak bisa dipungkiri, sebagai P2P produktif, tentunya lebih memberikan ketenangan dibandingkan P2P konsumtif.


Beginning of the End

Memasuki bulan Mei 2022, beberapa proyek saya yang awalnya lancar menjadi terlambat, sayangnya informasi yang diberikan pihak Tanifund rasanya hanya sekedarnya, tidak detail alasan detailnya, apakah solusi dari Tanifund, dan bagaimana batas waktu bagi borrower.

Awalnya, sebagai pengikut Tanifund yang selama ini puas, saya masih berpikiran positif, bahkan di grup Telegram komunitas sesama investor Tanifund saya masih membelanya. Meskipun saya sebenarnya merasa Tanifund semakin lambat dalam merespons dan proyek terlambatnya perlahan bertambah, dan lagi TKB90 nya juga semakin berkurang.

Memasuki akhir bulan Juni 2022, hampir semua proyeknya terlambat, ditambah lagi komunitas Tanifund di Telegram semakin aktif karena semakin banyaknya yang kecewa dengan keterlambatan Tanifund.

Sebagian portofolio saya, jangan tertipu dengan kata lancar, semuanya telat


Normalnya, setiap proyek itu update bulanannya rutin, transparan, dan jelas informasi yang diberikan, tetapi memasuki Juli 2022 proyek-proyek yang telat tidak jelas masalahnya dimana dan apa solusinya. Seolah-olah Tanifund berharap semua investornya hanya bisa pasrah dan menunggu update dari Tanifund,

Agustus 2022, anggota grup Telegram Tanifund sudah mencapai 220 orang, mayoritas mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek-proyek yang mereka ikuti, ada 1-2 yang mengatakan akhirnya mendapatkan pengembalian dana, tapi hanya minoritas.

Usut punya usut, ternyata terjadi penggantian CEO Tanihub/Tanifund, apakah berhubungan dengan kekacauan yang terjadi pada manajemen Tanifund?

Sebagai penutup, saya sangat menyayangkan kejadian ini, P2P produktif di bidang agrikultur satu per satu bertumbangan, Tanifund dengan Tanihub dengan basis konsepnya yang menarik saya harap bisa menyelesaikan masalah yang menggelutinya saat ini.


Salam dari saya dan sehat-sehat berinvestasi ya.


Update Oktober 2022

Anggota komunitas investor Tanifund sudah mencapai 500 orang, dan semuanya membawa berita buruk dengan info kurang responsifnya CS Tanifund dan keterlembatan proyek yang sepertinya melingkupi 90% proyek Tanifund.

Bahkan, pihak Tanifund memberi informasi bahwa beberapa proyek akhirnya ditutup sepihak dan mulai mengurus klaim asuransi yang selama ini ditonjolkan pihak Tanifund, begitupun beberapa proyek ternyata hanya bisa mengembalikan dana pinjaman < 50%. Hal inilah yang sangat disayangkan komunitas sesama investor, Tanifund kurang transparan dalam pemutusan proyek dan dianggap seperti pemutusan sepihak. Seandainya tidak ada itikad baik dari borrower, layaknya tim Tanifund mengambil tindakan hukum, dan alangkah baiknya investor diberikan informasi yang lebih detail.


Semoga tulisan saya bisa membantu,


Salam.


Referensi:

  1. Tanifund.com

  2. Pengalaman pribadi

313 views0 comments