• Adrian Tambunan

Menjadi satu-satunya dokter di pulau pribadi - Bagian [1]

Updated: May 11, 2019

Hey sob! Pada kesempatan ini mau cerita pengalaman unik nih. Kebetulan tidak banyak rekan sejawat saya yang pernah merasakannya. Yaitu pengalaman bekerja sebagai dokter di resort pulau terpencil. Bedanya dengan dokter yang PTT di pulau adalah, kalau PTT dibiayai pemerintah, sementara ini dari perusahaan swasta.

Pulau apakah yang saya maksud? Eng ing eng…… Pulau Bawah! (Hah? Di mana tuh?)

Pertama kali mendengar nama ini, saya juga heran, kok namanya Bawah ya. Ternyata pulau kecil ini terletak di Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Lokasinya hampir 300 km arah timur laut dari Batam, tapi di gugusan kepulau Kepri sendiri, Pulau Bawah ini terletak paling selatan(dengan kata lain paling "bawah" pada peta), karena itu dinamakan Pulau Bawah.


Konon, seorang pengusaha yang sedang keliling dunia menggunakan Yacht melewati Pulau Bawah dan jatuh cinta dengan lagunanya. Sejak itulah pulau yang awalnya tak berpenghuni ini diolah menjadi resort yang eco-friendly (Jadi resort dibangun dengan prinsip tetap menjaga ekosistem di sekitarnya). Misalnya, resort dibuat tanpa menggunakan alat berat, hanya dengan tangan manusia. Peledak juga tidak ada digunakan, demi mengurangi gangguan pada flora dan fauna di pulau tersebut.


Red velvet latte
Menenangkan diri dulu dengan Red Velvet Latte

Setiba di kantor, mendapat pengarahan mengenai situasi di sana dan cara menuju ke Pulau Bawah. Kalau jadwal kita tepat, ternyata bisa menaiki pesawat amfibi dari batam langsung ke pulau Bawah. Tapi siap-siap ya, seandainya jadwal saya tidak cocok atau pesawat amfibinya penuh, maka saya harus menaiki kapal yang bisa memerlukan waktu 6 jam di laut.


Ternyata takdir mengharapkan saya menaiki pesawat amfibi. Mantap nih! Baru pertama kali! Hampir tidak bisa tidur pada hari H-1. Paginya berangkat langsung ke Bandara Soekarno-Hatta dan tiba di Hang Nadim Batam, mari bersiap-siap menaiki pesawat amfibi!


Sea plane
Pesawat amfibi menuju Pulau Bawah

Mendapat instruksi keselamatan dari pilot dan co-pilot, lalu kita terbang deh!

Rasa agak deg-degan ketika Pulau Bawah sudah terlihat dan pilot bersiap untuk melakukan pendaratan di air. Zrrssshhh…zrrrsshhh….zrrsshhh(eceknya suara air yang terbelah oleh pesawat). Pesawat kamipun semakin menuruni kecepatannya dan akhirnya berpinggir ke jetty(pelabuhan). Wah, seru ah!


Bawah Island Jetty
Jetty di Pulau Bawah

Begitu keluar dari pesawat, kami langsung disambut oleh para kru resort(yah, mayoritas tentu saja menyambut tamu, bukan menyambut pekerja).

Mendapat briefing mengenai keadaan di Pulau Bawah, total pekerja sekitar 200 orang, tamu maksimal 70 orang(35 villa). Pulau terbesar adalah Bawah, dikeliling oleh pulau Elang, Lidi, Merbeu, dan Sangga. Ditambah ada bukit batu kecil batu tokong di sisi belakang pulau. Semua yang ada di pulau ini adalah pekerja, pulau berpenduduk terdekat dapat ditempuh sekitar 1 jam dengan kapal. Jadi, Pulau Bawah bisa dibilang cukup terisolir.


Akomodasi tergantung posisi pekerja, ada bunk bed, ada yang berupa mess hall, ada yang sekamar berdua, kalau level manajer ke atas dapatnya 1 kamar sendiri(Cat: Dokter ternyata level manajer lo, yeehaaa!!!).

Melompat kegirangan di Pulau Bawah

Suasana di Pulau Bawah


Fasilitas di sini cukup lengkap. Ada kantin staf, lounge/tempat karaoke, laundry, ruang pertemuan/musholla, diving centre, dan klinik(ya, tempat saya bekerja). Kalau fasilitas untuk tamu, ada bar tepi pantai, restoran, kolam renang (tetap ada,seandainya tamu sedang tidak mood untuk berenang di laut), spa, permaculture (kegiatan mengelilingi kebun sayur di pulau, hasil karya anak IPB lo. Akan saya jelaskan detail mengenai pengembangan agrikultur dil Pulau Bawah pada Post berikutnya), dan sunset cruise.


Salah satu yang ditonjolkan tentu saja fasilitas scuba diving(menyelam dengan alat scuba). Keindahan dunia bawah air di sini gak usah diragukan, luar biasa! Sayangnya saya belum pernah ke Raja Ampat, jadi tidak bisa membandingkan dengan surga tersebut. Karang-karang di sini dijaga dengan baik oleh Bawah Foundation (badan yang bertugas melestarikan alam di sekitar pulau dan juga mengedukasi penduduk sekitar), ikan berwarna, penyu, ikan hiu sirip hitam(jangan khawatir, yang kecil kok), dan banyak lagi.


Sea life in Bawah Island
Kejernihan air di Pulau Bawah

Banyak pengalaman baru yang saya dapat di Pulau Bawah. Tentunya terlalu panjang kalau dijabarkan di 1 post, jadi sampai jumpa di bagian 2 ya!

6 views0 comments

Recent Posts

See All